Kiamat 2012 Mengguncang Aqidah

Tinggalkan Komentar

بسم الله الرحمن الرحيم

Penulis : Al Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Kiamat 2012 mengguncang dunia, demikian headline di beberapa media massa akhir-akhir ini, ternyata isi beritanya tentang sambutan gegap gempita dari masyarakat dunia terhadap sebuah film yang bercerita tentang terjadinya kiamat pada tahun 2012 (1). Film ini diangkat dari ramalan bangsa Maya kuno paganis yang berasal dari Meksiko, bahwa “kiamat” yang dimaksud akan terjadi pada 21 Desember 2012.

Berbicara tentang ramalan kiamat sebenarnya bukan hal baru, banyak sekali paranormal, orang pintar, maupun tukang ramal sejak dulu telah menyesatkan masyarakat dengan ramalan waktu terjadinya kiamat. Hanya satu yang pasti, semua ramalan tersebut tidak pernah terbukti sama sekali. Anehnya masih banyak juga yang mau percaya, bahkan rela merogoh kocek hanya demi menonton film tersebut.

Meski kami tahu, alhamdulillah kaum muslimin pada umumnya tidak mudah terpengaruh untuk percaya dengan ramalan-ramalan tersebut, bahkan ada seorang muslim yang sangat awam mengatakan, “kiamat di tangan Allah bukan di tangan orang-orang Hollywood”. Lagi

SAUDARAKU, JANGAN CEPAT-CEPAT SHOLATNYA!

Tinggalkan Komentar

بسم الله الرحمن الرحيم

Sebuah fenomena yang memprihatinkan, ketika seseorang sedemikian tangkas dan cekatannya menyelesaikan sholat dalam waktu yang demikian singkat, sehingga seakan-akan dengan semakin beranjaknya usia merambat, semakin tinggi ‘jam terbangnya’, semakin terlatih pula ia menyelesaikan sholat dengan catatan waktu tercepat. Subhaanallaah…!

Semangat beribadah yang tinggi pada bulan Ramadhan, dengan sholat tarawihnya sering dijadikan sebagai sarana olahraga alternatif karena dengan kecepatan di atas rata-rata, amalan sholat-yang seharusnya demikian suci dan mulia menjadi lebih mirip gerakan-gerakan senam tempo tinggi. Maasyaa Allaah !

Sering pula bacaan Al Fatihah dan surat yang dibaca imam demikian cepatnya, sehingga sang imam tidak merasa perlu untuk ‘menghidangkan’ bacaan tartil yang menghantarkan makmum pada kekhusyu’an. Sang imam juga tidak merasa terbebani untuk memperdengarkan bacaan tersebut karena memang yang ada dalam benaknya adalah sesegera mungkin menyelesaikan rutinitas tersebut. Lagi

Perayaan Maulid Nabi dalam Sorotan

Tinggalkan Komentar

بسم الله الرحمن الرحيم

Hari itu istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan tiga shahabat menanyakan perihal ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sesampainya mereka disana diceritakanlah kepada mereka seperti apa ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, selesai mereka menyimak keterangan para pendamping Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam seolah-olah mereka masih menganggapnya belum seberapa. Maka berkatalah salah seorang dari mereka; “Saya akan shalat malam selama-lamanya”. Kata yang kedua; “Kalau saya, saya akan berpuasa dan tidak berbuka”. Yang terakhir menyela; “Dan saya, saya akan menjauhi wanita-wanita dan tidak akan menikah”.

Tidak lama, sampailah kepada beliau laporan ucapan-ucapan ketiga shahabatnya tadi. Maka beliau pun berkata lantang dihadapan mereka; “Kenapa masih ada orang-orang yang mengatakan ini dan itu, sungguh demi Allah, ketahuilah; saya adalah orang yang paling bertakwa dan paling takut kepada Allah dari pada kalian, tapi saya shalat malam dan saya juga tidur, saya puasa dan saya juga berbuka dan saya menikahi wanita-wanita…barangsiapa yang tidak suka dengan ajaranku maka dia bukan dari golonganku”.

Lagi

Luasnya Rahmat dan Ampunan Allah (Renungan Kisah Pembunuh 100 Jiwa)

Tinggalkan Komentar

بسم الله الرحمن الرحيم

Buletin Islam Al Ilmu Edisi No:33/VIII/IX/1432

       Sebesar dan sebanyak apapun dosa yang dilakukan oleh manusia, kalau dia mau bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuninya.

       Hal inilah yang tercermin dalam sebuah kisah yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sebagaimana dalam sebuah hadits (yang artinya):

“Pada zaman sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang. Kemudian dia bertanya, siapa penduduk negeri ini yang paling berilmu, maka ditunjukkanlah kepada seorang rahib (pendeta), sehingga orang tadi pun mendatanginya dan menceritakan bahwa dirinya telah membunuh 99 orang, apakah ada pintu taubat baginya? Ternyata si rahib tadi menjawab, “Tidak.” Maka rahib itu pun dibunuh juga sehingga genaplah 100 orang yang telah dia bunuh.

Lagi

Nasihat Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah

Tinggalkan Komentar

بسم الله الرحمن الرحيم

 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [Ali Imran: 185]

Siapkan pundi-pundi bekalmu
Untuk masa yang pasti menantimu
Bila kematian datang menjemputmu
Sampailah sudah batas hayatmu
 

Lagi

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.